Latar Belakang
Permasalahan yang sering muncul dimasa teknologi saat ini berkumpul
pada pendidikan. Rendahnya kualitas pendidikan di sekolah pada setiap
jenjang dan satuan pendidikan dianggap sebagai salah satu permasalahan
yang ada di Indonesia. Kualitas/mutu pendidikan perlu dipertanyakan.
Berbagai usaha dilakukan dalam meningkatkan mutu atau kualitas
pendidikan. Usaha-usaha yang dilakukan, misalnya meningkatkan
kompetensi guru melalui berbagai pelatihan, pengembangan kurikulum,
perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, pengadaan buku dan alat
pengajaran.
Mutu pendidikan tidak dapat mengalami peningkatan secara merata,
salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya keseimbangan dalam
memperhatikan
input, proses, dan
output pendidikan. Dalam
input
pendidikan terdapat sarana prasarana pendidikan, pendidik, peserta
didik, buku, serta media pembelajaran yang terpenuhi, mutu pendidikan
sebagai
outout akan terpenuhi secara baik dengan didukung oleh proses pendidikan.
Input
pendidikan (Rohiat, 2010) seperti manajemen dalam layanan khusus yang
memiliki tugas untuk mendukung keberhasilan proses belajar mengajar.
Keberhasilan belajar tersebut di antaranya harus ditunjang dengan pusat
sumber belajar, pusat kesehatan sekolah, bimbingan konseling, dan kantin
sekolah. Untuk keberhasilan yang ditunjang dengan pusat sumber belajar
dapat dilakukan dengan mendirikan layanan perpustakaan. Layanan
perpustakaan yang dapat memotivasi minat belajar peserta didik berupa
layanan perpustakaan yang berbasis digital. Layanan perpustakaan digital
tersebut membutuhkan manajemen yang dapat mengatur, mengelola,
mengawasi, mengevaluasi segala bentuk kegiatan keperpustakaan.
Manfaat yang diperoleh dari perpustakaan digital, misalnya sebagai
sarana informasi, sarana rekreasi, sebagai sumber kegiatan belajar
mengajar disekolah. Perkembangan pemanfaatan dari perpustakaan digital
dapat membantu pengembangan kualitas pendidikan atau sekolah. Dalam
pembanguanan kualitas sebuah sekolah dapat terbangun secara baik bila
dikendalikan secara optimal.
Manajemen Perpustakaan Digital
Perpustakaan menurut Kaluge merupakan suatu ruangan atau tempat yang berisi bahan pustaka baik berupa buku maupun
non
buku yang diatur dan diklasisikasikan menurut siatem atau aturan
tertentu untuk digunakan oleh pembacanya. Sedangkan manajemen sendiri
menurut Lee (Manulang, 2008) adalah seni dan ilmu perencanaan,
pengorganisasi, penyunsunan, pengarahan, dan pengawasan sumber daya
untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Perpustakaan digital
menurut Sismanto (Subrata, 2009) dapat didefinisikan sebagai sebuah
sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung
akses obyek informasi tersebut melalui perangkat digital. Dari berbagai
pengertian yang diuraikan diatas dapat dicapai bahwa manajemen
perpustakaan digital adalah suatu seni manajemen dalam sistem layanan
dan objek informasi melalui perangkat digital.
Manajemen perpustakaan digital dalam dilingkungan sekolah dapat
diterapkan secara terstruktur. Dimana penyelenggaraan manajemen
perpustakaan digital sesuai dengan pengelolaan yang dapat direncanakan.
Perencanaan yang ada dalam pengelolaan perpustakaan digital yaitu (1)
menentukan siapa yang menjadi sasaran dari perpustakaan digital, (2)
penetapan tujuan yang akan dicapai secara maksimal, (3) Penentuan lokasi
gedung atau ruangan dari perpustakaan digital, (4) Pengadaan perabotan
dan perlengkapan, serta perangkat digital, (5) penentuan personalia
perpustakaan digital, (6) bagaimana sistem pelayanan perpustakaan
digital yang ada disekolah?
Dalam manajemen perpustakaan digital, selain pengelolaan juga perlu
implementasi perpustakaan digital yang efektif dan efisien. Secara umum,
implementasi program perpustakaan terhadap kegiatan belajar-mengajar
dapat diidentifikasi menurut Kusmintardjo (1992) sebagai berikut:
- Membantu menumbuhkan dan mengembangkan aktivitas anak.
Pertumbuhan dan perkembangan aktivitas anak dapat terjadi jika anak
merasa dapat mengikuti (secara phisik dan psikhis) kegiatan belajar
mengajar yang dilaksanakan di sekolah itu. Untuk dapat mengikuti
kegiatan belajar-mengajar terutama untuk bidang studi yang sifatnya
lebih banyak kognitif dan efektif, maka perlu tersedianya suatu
resources yang memungkinkan anak tersebut selalu merasa aktual. Pada
resources
inilah (yang bisa berupa bahan pustaka) anak dapat berlomba untuk
selalu siap mengikuti materi yang disampaikan. Media untuk dapat selalu
siap inilah yang diamksudkan dengan tumbuh dan berkembangnya aktivitas
anak.
- Menurunkan kadar ketergantungan siswa pada guru.
Perpustakaan yang lengkap koleksinya dan terkelola dengan baik, bila
dimanfaatkan secara optimal akan dapat membuat siswa tidak terlalu
tergantung kepada guru. Siswa akan berpandangan bahwa guru bukan
satu-satunya sumber belajar. Pendekatan CBSA atau
Student Active Learning
dalam kegiatan belajar mengajar menunutut siswa lebih aktif mempelajari
dan menyelesaikan tugas-tugas secara mandiri. Disinilah letak peran
perpustakaan sekolah sebagai
resources yang akhirnya dapat
mengurangi ketergantungan siswa kepada guru. Guru berperan sebagai
fasilitator, walaupun masih harus sebagai sumber utama yang terpercaya.
- Efisiensi dan efektivitas dalam upaya pencapaian tujuan pengajaran.
Tujuan pengajaran yang dirumuskan dengan baik dan benar, selayaknya
diupayakan pencapaiannya secara maksimal. Pemaksimalan pencapaian tujuan
pengajaran tersebut dapat dilakukan antara lain dengan menyediakan dan
pelayanan perpustakaan yang memadai. Di perpustakaan sekolah siawa dapat
melengkapi pemahamannya tehadap materi yang disampaikan guru sehingga
tujuan pengajaran menjadi relatif lebih mudah untuk dicapai siswa.
Dalam implementasi perpustakaan digital dapat ditambahkan dengan
memberikan pengetahuan atau fasilitas dengan perangkat digital.
Perangkat digital yang secara pengetahuan dapat membuat peserta didik
menjadi lebih efektif dan efisien terhadap mencari pengetahuan,
informasi dan mengerjakan tugas-tugas.
Setelah implementasi, langkah selanjutnya perlu pemeliharaan dan
pengawasan dalam manajemen perpustakaan digital agar sesuai dengan arah
tujuan dan tepat sasaran. Pengawasan dapat dilakukan oleh personil yang
ada dalam perpustakaan digital disekolah termasuk kepala sekolah. Untuk
pemeliharaan tentunya dapat dilakukan oleh seluruh pihak sekolah harus
ikut turun membatu pemeliharaan perpustakaan digital agar tetap
terstruktur. Dari pengawasan dan pemeliharaan dapat dilakukan
pengevaluasian apakah perpustakaan digital di sekolah berjalan sesuai
dengan tujuan dan mampu mengembangkan kualitas sekolah.
Manajemen perpustakaan digital di sekolah merupakan suatu usaha yang
dapat menumbuhkan motivasi belajar peserta didik dalam memperoleh
pengetahuan secara teknologi. Dengan demikian manajemen perpustakaan
digital secara tidak langsung dapat mengembangkan kualitas peserta didik
yang menggunakannya.
Kualitas Sekolah
Kualitas atau mutu pendidikan tidak bisa diperoleh dengan instan.
Dalam memperoleh sebuah kualitas pendidikan perlunya perencanaan yang
matang terlebih dahulu. Sebuah kualitas dapat menjadi bagian dalam
strategi sebuah institusi yang dalam meraihnya perlu pendekatan yang
sistematis. Bagian dari upaya dalam meningkatkan mutu yaitu dengan
perencanaan yang strategis.
Input, proses dan output pendidikan merupakan cakupan dari
kualitas atau mutu dari sebuah pendidikan. Sebuah mutu atau kualitas
(Rohiat, 2010) sendiri dapat diartikan sebagai gambaran dan
karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkkan
kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan atauyang
tersirat.
Dalam pendidikan yang perlu dipertimbangkan dalam mengembangakan kualitas pendidikan salah satunya adalah
input dari pendidikan.
Input
(Rohiat, 2010) dapat didefinisikan sebagai segala hal yang harus
tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. Segala hal yang
dimaksud meliputi sumber daya dan perangkat lunak serta harapan-harapan
sebagai pemandu bagi berlangsungnya proses.
Input sumber daya,
meliputi sumber daya manusia (kepala sekolah, guru-termasuk guru BP-,
karyawan, siswa) dan sumber daya selebihnya (peralatan, perlengkapan,
uang, bahan, dsb).
Input perangkat lunak meliputi struktur organisasi sekolah, peraturan perundang-undangan, deskripsi tugas, rencana, program, dsb.
Input yang sudah terpenuhi dapat dilanjutkan dengan proses
pendidikan yang efektif dan efisien. Kejadian berubahnya sesuatu menjadi
sesuatu yang lain adalah pengertian dari proses pendidikan. Dalam
lingkup sekolah proses pendidikan meliputi pengambilan keputusan,
pengelolaan kelembagaan, pengelolaan program, proses belajar mengajar
serta proses monitoring, dan evaluasi. Dari lingkup proses pendidikan
yang harus diutamakan adalah proses belajar mengajar dari pada lingkup
yang lain. Proses dikatakan bermutu tinggi oleh Rohiat apabila
pengkoordinasi dan penyerasian serta pmaduan
input sekolah
(guru, siswa, kurikulum, uang, peralatan, dsb) dilakukan secara harmonis
dan terpadu sehingga mampu menciptakan situasi pembelajaran yang
menyenangkan (
enjoyable learning), mendorong motivasi dan minat belajar, dan benar-benar mampu memperdayakan peserta didik.
Output merupakan suatu hasil dari proses. Sedangkan
output
pendidikan merupakan prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses/
perilaku sekolah, inovasi, kualitas kehidupan kerja dan moral kerjanya
(Rohiat, 2010). Sebuah sekolah dapat dikatakan bermutu tinggi didapat
dari
output sekolah yang mutunya tinggi juga. Mutu atau
kualitas yang tinggi berupa prestasi sekolah yang menunjukakan
pencapaian yang tinggi dalam prestasi akademik (nilai pencapaian
ketuntasan kompetensi, UNAS), non akademik (kesenian, kesopanan,
keterampilan dsb). Mutu sekolah dipengaruhi oleh banyak tahapan kegiatan
yang saling berhubungan (proses) seperti perencanaan, pelaksanaan, dan
pengawasan.
Manajemen Perpustakaan Berbasis Digital dalam Membangun Kualitas Sekolah
Secara umum, implementasi program perpustakaan digital terhadap
kegiatan belajar mengajar dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas
dalam upaya pencapaian tujuan pengajaran. Tujuan pengajaran yang
dirumuskan dengan baik dan benar, selayaknya diupayakan pencapaiannya
secara maksimal. Pemaksimalan pencapaian tujuan pengajaran tersebut
dapat dilakukan antara lain dengan penyediaan dan pelayanan
perpustakaan yang memadai. Dengan adanya pengelolaan perpustakaan
digital yang lebih maju akan membantu siswa dalam pengaksesan sumber
buku yang dicari dengan mudah, sehingga siswa dapat memenuhi keinginanya
dengan cepat dan mudah.
Tujuan perpustakaan digital menurut
Association of Research Libraries
(ARL) tahun 1995, adalah sebagai berikut: Untuk melancarkan
pengembangan yang sistematis tentang cara mengumpulkan, menyimpan, dan
mengorganisasi informasi dan pengetahuan dalam format digital, untuk
mengembangkan pengiriman informasi yang hemat dan efisien di semua
sektor, untuk mendorong upaya kerjasama yang sangat mempengaruhi
investasi pada sumber-sumber penelitian dan jaringan komunikasi, untuk
memperkuat komunikasi dan kerjasama dalam penelitian, perdagangan,
pemerintah, dan lingkungan pendidikan, untuk mengadakan peran
kepemimpinan internasional pada generasi berikutnya dan penyebaran
pengetahuan ke dalam wilayah strategis yang penting, untuk memperbesar
kesempatan belajar sepanjang hayat.
Manajemen perpustakaan berbasis digital memiliki manfaat dalam proses
dimana manfaatnya yaitu dijelaskan oleh Bafadal dalam manfaat
perpustakaan sekolah, baik yang diselenggarakan di tingkat sekolah
dasar, menengah, maupun perguruan tinggi.
- Perpustakaan sekolah dapat menimbulkan kecintaan murid-murid terhadap membaca.
- Perpustakaan sekolah dapat memperkaya pengalaman belajar murid-murid.
- Perpustakaan sekolah dapat menanamkan kebiasaan membaca.
- Perpustakaan sekolah dapat mempercepat penguasaan teknik membaca.
- Perpustakaan sekolah dapat melatih murid-murid ke arah tanggung jawab.
- Perpustakaan sekolah dapat memperlancar murid-murid dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah.
- Perpustakan sekolah dapat membantu guru-guru menemukan sumber-sumber pengajaran.
- Perpustakaan sekolah dapat membantu murid-murid, guru-guru, dan
anggota staf sekolah dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Semua manfaat yang ada diatas dapat ditemukan dalam proses
pendidikan, terutama dalam proses belajar mengajar. Selain itu
pemanfaatan perpustakaan berbasis digital di peroleh untuk dapat
membantu peserta didikan dalam pengembangan motivasi belajar. Dalam
pengembangan belajar peserta didik mampu juga mengembangkan potensi atau
keterampilan yang dimiliki. Pengembangan potensi yang membawa
keberhasilan baik dalam akademik maupun nonakademik masing-masing
peserta didik. Selain itu tidak ketergantungan kepada guru sebagai
fasilitator yang dapat dipercaya oleh peserta didik.
Motivasi belajar peserta didik melalui perpustakaan digital mampu
membangun prestasi sekolah, dimana sebuah sekolah yang prestasinya
tinggi akan membangun kualitas sekolah yang baik pula. Dengan begitu
perpustakaan digital terus diawasi, dipelihara, dikelola secara terus
menerus sebagai salah satu aspek pengembangan kualitas sekolah yang
berpotensi tinggi.
Pengendalian mutu (Danim, 2010) adalah sebuah proses atau rangkaian
proses yang dirancang untuk menetapkan standar mutu yang ditetapkan,
yang akan memenuhi harapan pelanggan; menilai apakah produk, layanan,
proses, atau sistem sesuai dengan yang standar, dan identifikasi ada
kesenjangan, ketidaksesuaian, atau kegagalan untuk memenuhi standar.
Pengendalian mutu dalam manajemen perpustakaan berbasis digital dapat
dilakukan secara efisien dan efektif. Sebuah pengendalian mutu dalam
manajemen perpustakaan digital dapat mengatur bagaimana tujuan, sasaran
tercapai dengan baik.
Setelah adanya pengendalian mutu perlu penjaminanan mutu. Penjaminan
mutu (Danim, 2010) sendiri adalah sebuah proses yang memenuhi kriteria
spesifik sesuai dengan standar kebutuhan dan harapan siswa sebagai
subjek inti pembelajaran. Proses itu mengikuti pedoman dan prosedur yang
dirancanng khusus untuk mencapai tingkat mutu yang diinginkan dengan
hasil belajar yang terukur. Selain hasil belajar tentu peningkatan
prestasi peserta didik, peningkatan perkembangan perpustakaan digital
serta kualitas sekolah juga terpenuhi secara baik.
Dalam perkembangan kualitas sekolah dapat diwujudkan melalui adanya
dukungan dari peserta didik yang memiliki prestasi yang mencolok. Selain
itu prestasi peserta didik dapat didorong melalui perkembangan
informasi secara teknologi melalui perangkat digital dengan manajemen
yang terselenggara dengan baik.
Kesimpulan dan Saran
Kualitas sekolah dapat diperoleh dari prestasi sekolah yang
berpotensi untuk usaha membangun. Prestasi sekolah berupa prestasi
peserta didik dalam proses belajar mengajar melalui perangkat pendukung
(berupa perangkat digital dalam perpustakaan sekolah).
Dengan perpustakaan digital di sekolah dengan penerapan dan
implementasi yang optimal akan dapat mengembangkan kualitas sekolah
dengan manfaat serta dapat ikut mencerdaskan anak bangsa karena
perpustakaan digunakan sebagai sarana memperoleh informasi untuk dasar
mengembangkan ilmu pengetahuan. Selain itu diharapkan kepada pemerintah
agar lebih memperhatikan perpustakaan karena dapat dijadikan sebagai
pembelajaran alternative diluar sekolah dan pengembangan kualitas
sekolah di Indonesia.
Daftar Pustaka
Kusmintardjo. 1992.
Pengelolaan Layanan Khusus di Sekolah (Jilid II). Malang: IKIP Malang.
Bafadal, Ibrahim. 2011.
Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.
Danim, Sudarwan dan Danim, Yunan. 2010.
Administrasi Sekolah dan Manajemen Kelas. Bandung: Pustaka Setia.
Manullang, .M. 2008.
Dasar-Dasar Manajemen. Yogyakarta: Gajah Mada Unyversity Press.
Rohiat. 2010.
Manajemen Sekolah. Bandung: Retika Aditama
Subrata, Gatot. 2009.
Perpustakaan Digital.
http://library.um.ac.id/images/stories/pustakawan/kargto/Perpustakaan%20Digital.pdf Diakses tanggal 11 Maret 2012
Sismanto. 2007.
Sinopsis Manajemen Perpustakaan Digital.
http://mkpd.wordpress.com/2007/05/21/sinopsis-manajemen-perpustakaan-digital/ Diakses tanggal 11 Maret 2012